Jumat, 30 September 2011

Konsep Dinamika Sosial Budaya


BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang
Setiap masyarakat senantiasa mengalami perubahan. Perubahan ini dapat terjadi pada setiap aspek kehidupan, baik yang menyangkut norma, tata nilai, status, fungsi, struktur sosial dan lain sebagainya.Perubahan ini dapat terlihat apabila kita membandingkan perkembangan keadaan sesuatu masyarakat dari jaman ke jaman. 

 
Cepat atau lambatnya perubahan sosial pada masyarakat tergantung pada substansi dari masyarakatnya itu sendiri. Masyarakat kota lebih cepat berubah di bandingkan dengan masyarakat desa. Pada masyarakat terasing (terisolasi) perubahan social berjalan sangat lambat bahkan berkecenderunganterjadi stagnasi. Masyarakat bini sering disebut dengan masyarakat tertutup.
Contohnya masyarakat yang terdapat di pedalaman Kalimantan atau Irian Jaya (papua). Namun walaupun demikian perubahan-perubahan social budayatetap saja terjadi untuk jangka waktu yang panjang. Pada masyarakat kota, perubahan social budaya lebih terbuka lagi. Perubahan pada fungsi, sistem, dan struktur sosial berjalan dengan cepat seiring dengan perkembangan waktu. Masyarakat yang mudah sekali mengalami perubahan social sering di sebut masyarakat dinamis.

1.2     Tujuan Penulisan
Makalah ini di susun dengan tujuan
Ø Untuk memahami dan mengetahui tentang Pengertian Dinamika, Dinamika Kelompok, dan Dinamika Sosial Budaya.
Ø    Untuk memahami dan mengetahui tentang Teori – Teori Tentang Dinamika Sosial Budaya, Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Dinamika Sosial Budaya, Dampak Positif  Dan Negatif  Dinamika Sosial Budaya, serta Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan.
Ø  Untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar yang di ampu oleh Sri Lestari S.pd

1.3      Batasan Masalah
Makalah ini di buat dengan batasan pada konsep Dinamika dan Hubunganya dengan Sosial Budaya, yaitu mengenai pengertian dan penjelasan Dinamika dan Hubungannya dengan Sosial Budaya.

1.4   Metode Penulisan
Makalah ini di susun dengan metode literatur yaitu mengumpulkan data melalui buku-buku tentang Dinamika Sosial Budaya, serta di lengkapi dengan media internet.

1.5   Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan yang di gunakan dalam pembuatan makalah ini adalah:
BAB I      PENDAHULUAN
      Menguraikan tentang latar belakang, Tujuan Penulisan, Batasan Masalah, Metode     Penulisan, Sistematika Penulisan.
BAB II    ISI
2.1    Pengertian Dinamika
2.2    Pengertian Dinamika Kelompok
2.3    Pengertian Dinamika Sosial Budaya
2.4    Teori – Teori Tentang Dinamika Sosial Budaya
2.5    Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Dinamika Sosial Budaya
2.6    Dampak Positif  Dan Negatif  Dinamika Sosial Budaya
2.7    Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan

 BAB III  PENUTUP
4.1   Kesimpulan
4.2   Saran-saran
DAFTAR PUSTAKA




BAB  II
DINAMIKA YANG BERHUBUNGAN
DENGAN SOSIAL dan BUDAYA

2.1       Pengertian Dinamika
Dinamika adalah sesuatu yang mengandung arti tenaga kekuatan, selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan. Dinamika juga berarti adanya interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok dengan kelompok secara keseluruhan. Keadaan ini dapat terjadi karena selama ada kelompok, semangat kelompok (group spirit) terus-menerus ada dalam kelompok itu, oleh karena itu kelompok tersebut bersifat dinamis, artinya setiap saat kelompok yang bersangkutan dapat berubah.
2.2        Pengertian Dinamika Kelompok
Pengertian dinamika kelompok dapat diartikan melalui asal katanya, yaitu dinamika dan kelompok.Dinamika adalah sesuatu yang mengandung arti tenaga kekuatan, selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan. Dinamika juga berarti adanya interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok dengan kelompok secara keseluruhan.
Sebagaimana menurut Drs. Soelaiman Joesoyf (1986), memberikan batasan bahwa :
“Perubahan secara besar maupun secara kecil atau perubahan secara cepat atau lambat itu sesungguhnya adalah suatu dinamika, artinya suatu kenyataan yang berhubungan dengan perubahan keadaan”.Sedangkan kelompok adalah kumpulan orang-orang yang merupakan kesatuan sosial yang mengadakan interaksi yang intensif dan mempunyai tujuan bersama.
Menurut Winardi bahwa : “Kelompok adalah suatu unit yang terdapat beberapa individu, yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan cara dan atas dasar kesatuan persepsi”Dengan demikian dinamika kelompok merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologi secara jelas antara anggota satu dengan yang lain yang dapat berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama.
Sebagaimana yang dikemukakan oleh Drs. Soelaiman Joesoyf (1983) menyebutkan bahwa : “Dinamika Kelompok berarti suatu kumpulan dari dua atau lebih individu di mana perubahan individu satu dapat mempengaruhi individu lain.
2.3       Pengertian Dinamika Sosial Budaya
Berikut adalah pengertian dinamika sosial budaya menurut beberapa ahli:
a)        Selo Soemardjan Menurut
Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lemabga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya termasuk di dalam nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

b)        Menurut Koenig
Perubahan sosial merujuk pada modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia.

c)        Menurut Gillin dan Gillin
Perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan – peruabahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk dan ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru di dalam masyarakat.

d)       Menurut Hans Garth dan C. Wright Mills
Perubahan sosial adalah apapun yang terjadi dalam kurun waktu tertentu terhadap peran, lembaga, atau tatanan yang meliputi struktur social.
Jadi dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa Perubahan Sosial Budaya adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam masyarakat pada kurun waktu tertentu yang berupa perubahan cara hidup maupun pola-pola kehidupan masyarakar tersebut yang disebabkan baik karena perubahan – perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk dan ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru di dalam masyarakat.

2.4       Teori – Teori Tentang Dinamika Sosial Budaya
Berikut adalah teori-teoti tentang dinamika sosial budaya:
a.    Teori evolusi ( evolutionary theory )
Teori ini berpijak pada teori evolusi Darwin dan dipengaruhi oleh pemikiran Herbert Spencer. Tokoh yang berpengaruh pada teori ini adalah Emile Dhurkein dan Ferdinand Tonnies.
Dhurkeim berpendapat bahwa perubahan karena evolusi mempengaruhi cara pengorganisasian masyarakat, terutama yang berhubungan dengan kerja. Sedangakan Tonnies memandang bahwa masyarakat berubah dari masyarakat yang sederhana yang mempunyai hubungan yang erat dan kooperatif menjadi tipe masyarakat besar yamg memiliki hubungan yang terspesialisasi dan impersonali. Artinya dengan adanya perubahan sosial membuat masyarakat menjadi  lebih individual dan sifat kemasyarakatannya semakin berkurang. Ini dapat dilihat pada masyarakat perkotaan.

b.   Teori konflik ( conflict theory )
Menurut teori ini konflik berasal dari pertentangan kelas antara kelompok tertindas dan kelompok penguasa sehingga akan mengarah pada perubahan sosial. Teori ini berpedoman pada pemikiran Karl Marx yang menyebutkan bahwa konflik sosial merupakan sumber yang paling penting dan berpengaruh dalam semua perubahan sosial. Ralf Dahrendorf berpendapat bahwa semua perubahan sosial merupakan hasil dari konflik kelas di masyarakat. Iya yakin bahwa konflik dan pertentangan selalu ada dalam setiap bagian masyarakat.

c.    Teori fungsionalis (Functionalist Theory)
Teori fungsionalis berusaha melacak penyebab perubahan sosial sampai ketidakpuasan masyarakat akan kondisi sosialnya yang secara pribadi mempengaruhi mereka. Teori ini berhasil menjelaskan perubahan sosial yang tingkatnya moderat.
Konsep kejutan budaya (Kultural Lag) dari William Ogburn berusaha menjelaskan peruabahn sosial dalam kerangka fungsionalis ini. Menurutnya, meskipun unsur-unsur masyarakat saling berhubungan satu sama lain, beberapa unsurnya bisa saja berubah dengan sangat cepat sementara unsur lainnya tidak secepat itu. Sehingga tertinggal di belakang. Ketertinggalan ini meyebabkan kesenjangan sosial dan budaya antara unsur-unsur yang berubah sangat cepat dan unsur yang berubah lambat. Kesenjangan ini menyebabkan adanya kejutan sosial dan budaya pada masyarakat.
Ogburn menyebutkan perubahan teknologi biasanya lebih cepat daripada perubahan budaya non material seperti kepercayaan, norma, nilai – nilai yang mengatur masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu dia berpendapat bahwa perubahan teknologi sering kali menghasilkan kejutan budaya yang pada gilirannya akan memunculkan pola-pola perilaku yang baru. 
d.          Teori Siklis (Cyclical Theory)
Teori ini mempunyai sudut pandang yang menarik dalam melihat perubahan sosial. Teori ini beranggapa bahwa perubahan sosial tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh siapapun bahkan orang-orang ahli sekalipun. Dalam setiap masyarakat terdapat siklus yang harus diikutinya. Menurut teori ini kebangkitan dan kemunduran suatu peradaban tidak dapat dielakkan dan tidak selamanya perubahan sosial membawa kebaikan.
Oswald Spengler mengemukakan bahwa setiap masyarakat berkembang melalui 4 tahap perkembangan seperti pertumbuhan manusia, yaitu : Masa kanak-kanak, remaja, dewasa dan tua. Beliau merasa bahwa masyarakat barat telah mencapai masa kejayannya pada masa dewasa yaitu selama jaman pencerahan pada abad XVIII. Sejak saat itu tidak terelakkan lagi peradaban barat mulai mengalami kemunduran ke masa tua. Tidak ada yang dapat menghentikan proses ini.Seperti yang terjadi pada peradaban Babilonia, Mesir, Yunani dan Romawi yang terus mengalami kemunduran dan akhirnya runtuh.

2.5       Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Dinamika Sosial Budaya

Ada beberapa hal yang menjadi faktor-faktor yang menyebabkan dinamika sosial budaya. Faktor – faktor tersebut dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
A.    Faktor Internal
            Faktor ini adalah faktor yang berasal dari dalam diri masyarakat itu sendiri, antara lain:
1.      Bertambahnya jumlah penduduk
Di dunia ini, salah satu masalah sosial yang menjadi sorotan utama masyrakat dunia adalah mengenai pertumbuhan penduduk yang sangat cepat. Tentu saja dengan semakin tingginya tingkat pertumbuhan penduduk suatu daerah, mengakibtakan semakin banyak masalah yang ditimbulkannya. Sebagai contoh adalah masalah kurangnya sumber penghasilan.
Dengan semakin banyaknya jumlah penduduk akan meningkatkan kebutuhan hidup seperti sandang, pangan, papan yang mengakibatkan semakin tingginya permintaan akan suatu pekerjaan. Padahal sekarang ini, lapangan pekerjaan semakin sedikit dan terbatas. Konsekuensinya, banyak penduduk yang menjadi pengangguran yang lantas banyak menimbulkan masalah seperti pencurian, perampokan, penculikan. Kondisi inilah yang akan mengubah pola interaski msayrakat sehingga menimbulkan dinamika sosial masyarakat.

2.      Adanya penemuan baru
Kita telah mengetahui bahwa manusia adalah makhluk yang dinamis artinya manusia selalu berusaha setiap saat untuk memperbaiki kehidupannya dengan segala cara. Salah satu caranya adalah dengan cara terus menemukan hal-hal baru yang nantinya dapat berguna bagi kehidupan masyarakat di dunia. Dengan pemuan tersebut, kehidupan manusia sedikit banyak akan dapat terbantu, sehingga pekerjaan manusia dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Adanya inovasi pada berbagai kehidupan sosial dan budaya masyarakat akan memberi pengaruh yang luas pada berbagai kehidupan masyarakat. Pengaruh itu berdampak pada terciptanya perilaku sosial yang baru sekaligus menggeser norma-norma sosial yang lama. Untuk dapat memahami penjelasan di atas, simak contoh berikut ini.
Contoh : Penemuan telepon telah mengakibatkan dinamika sosial di dalam masyarakat. Dulu sebelum telepon ditemukan, masyarakat yang letaknya berjauhan tidak dapat berkomunikasi secara langsung dan membutuhkan waktu yang lama. Namun dengan adanya telepon, semua orang entah jaraknya puluhan ribu kilometer dapat berkomunikasi dengan langsung tanpa harus bertatap muka.

3.      Terjadinya pemberontakan atau revolusi
Perubahan yang terjadi secara cepat dan mendasar yang dilakukan oleh individu atau kelompok akan berpengaruh besar pada struktur masyarakat dan lembaga-lembaga kemasyarakatan mulai dari lembaga Negara sampai keluarga mengalami perubahan yang mendasar.
Contohnya adalah revolusi Prancis yang merupakan pemberontakan masyarakat kelas bawah yang tertindas terhadap kekuasaan kerajaan yang bertindak sewenang-wenang. Revolusi ini telah merubah pola kehidupan masyarakat yang dulunya tertindas menjadi lebih bebas.

4.      Ideologi
Ideologi bisa diartikan sebagai seperangkat kepercayaan nilai dan norma yang saling berhubungan yang dapat mengarahkan pada tujuan tertentu. Ideologi memainkan peran yang cukup besar dalam membentuk arah perubahan sosial. Ideologi juga dapat diartikan sebagai pedoman hidup masyarakat, jika ideology tersebut berubah maka yang akan terjadi adalah pola hidup masyarakat pun akan ikut berubah.
Ada bermacam – macam ideology yang eksis di dunia yang dikelompokkan menjadi ideologi konservatif atau tradisional, liberal, dan radikal. Untuk mendorong terjadinya perubahan sosial di masyarakat, biasanya ideology-ideologi ini dituangkan ke dalam kebiajakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah yang mengnut salah satu ideologi tersebut.

B.     Faktor Eksternal
1)      Lingkungan Alam Fisik yang Ada di Sekitar Manusia
Penyebab peruabahan yang bersumber dari lingkungan alam fisik, kadang kala disebabkan oleh masyarakat itu sendiri. Terjadinya banana alam seperti banjir dan tanah longsor menyebabkan masyarakat yang mendiami daerah tersebut terpaksa harus berpindah meninggalkan daerah tersebut dan mencari tempat tinggal baru sehingga mereka harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru yang tentunya telah memiliki kebiasaan-kebiasaan sosial tersendiri. Hal tersebut akan mengakibatkan terjadi perubahan-perubahan pada lembaga masyarakat.

2)      Peperangan
Peperangan antara satu Negara dan Negara lain bisa mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan baik pada lembaga kemasyarakatan maupun struktur masyarakatnya. Biasanya Negara yang menang memaksakan nilai-nilai dan cara-cara dan lembaga masyarakat yang dianutnya kepada Negara yang dikalahkannya.
Contohnya Negara Irak setelah kalah perang melawan pimpinan koalisi AS. AS berusaha memaksakan penerapan system demokrasi menggantikan system Kediktatoran Rezim Sadam Hussein.

3)      Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain
Di jaman yang semakin terbuka tidak ada Negara atau masyarakat yang menutup dirinya dari interaksi dengan bangsa atau masyarakat lain. Interaksi yang dilakukan antara 2 masyarakat atau bangsa mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh timbale balik. Selain masyarakat yang satu bisa mempengaruhi masyarakat yang lainnya, juga bisa menerima pengaruh dari masyarakat lain. Dengan demikian akan timbul suatu nilai-nilai budaya yang baru sebagai akibat asimilasi atau akulturasi budaya (percampuran budaya).



2.6        Dampak Positif  Dan Negatif  Dinamika Sosial Budaya

A.    Dampak Positif
Ada beberapa dampak positif yang diakibatkan oleh dinamika social budaya, antara lain:
1.      Menjadikan masyarakat lebih tahu perkembangan jaman yang membuat masyarakat lebih maju
Dari penjelasannya mengenai dinamika social budaya di atas, kita dapat mengetahui bahwa dinamika sosial budaya dapat membuat suatu masyarakat semakin makju walaupun ada beberapa masyarakat yang malah menjadi mundur karena adanya dinamika sosial budaya. Namun bagi masyarakat yang dapat menanggapi dinamika sosial budaya dengan baik, dinamika sosial budaya adalah sesuatu yang dapat membuat hidup mereka lebih maju, lebih mengerti dunia luar, tidak ketinggalan jaman oleh tren di dunia.
Contoh, dulu sebelum internet ditemukan, masyarakat tentu sulit untuk mencari informasi mengenai dunia luar dengan cepat. Namun dengan adanya internet, masyarakat menjadi sangat terbantu untuk mencari informasi mengenai dunai luar. Dengan banyaknya pengetahuan yang dimiliki membuat masyarakat menjadi lebih maju dan lebih tahu mengenai perkembangan jaman.

2.      Menjadikan Masyarakat Hidup lebih Makmur
Kita tahu bahwa dinamika sosial budaya dapat terjadi dimana saja dan melalui apa saja. Salah satunya adalah dengan melalui ideologi yang dianut suatu Negara. Jika ideology yang dianut suatu Negara tidak cocok dengan kepribadian warga Negara tersebut, pastilah warga Negara tersebut akan hidup dengan tidak makmur. Namun jika ideology tersebut diganti dengan ideology yang lebih cocok dengan kepribadian warga negaranya, pastilah warga Negara tersebut akan dapat hidup lebih makmur.
Contoh, ketika Indonesia menganut sistem liberal maupun sistem sosialis, masyarakat Indonesia tidak dapat hidup0 dengan makmur karena tidak sesuai dengan kepribadian bangsa yang saling gotong royong. Setelah Indonesia menganut sistem pancasila yang sangat cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia, bangsa Indonesia dapat hidup dengan makmur sampai sekarang ini.

3.      Menjadikan Sebuah Masyarakat yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari
Perubahan sosial budaya yang terjadi di dalam masyarakat biasanya menyangkut mengenai norma, nilai dan kebiasaan masyarakat tersebut. Norma, nilai dan kebiasaan tersebut adalah suatu pedoman hidup bagi masyarakat tersebut. Jika terjadi suatu perubahan yang dapat diterima oleh masyarakat tersebut terhadap norma, dan nilai yang berlaku, tentulah seluruh anggota masyarakat akan mengubah hidupnya. Dengan adanya perubahan norma inilah, yang akan membuat masyarakat menjadi lebih baik, baik di bidang kehidupannya, kedisiplinannya, maupun di bidang kebersihannya.

B.     Dampak Negatif
1.      Memusnahkan Kebudayaan Asli Suatu masyarakat
Biasanya jika suatu masyarakat telah mengubah nilai-nilai sosialnya dan telah terbiasanya dengan nilai-nilai sosial yang baru, mereka akan lupa dan meninggalkan nilai-nilai sosial yang lama. Walaupun nilai-nilai sosial yang baru belum tentu lebih baik daripada nilai-nilai sosial yang baru.
Contoh, dulu wanita Indonesia berpakaian dengan menggunakan kemben, namun dengan adanya dinamika sosial budaya wanita Indoesia telah berubah dengan berpakaian ala orang barat dan wanita Indonesia yang berpakaian kemben semakin sedikit.

2.      Menjadikan Suatu Masyarakat Menjadi Masyarakat yang lebih buruk
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Perubahan sosial tidak hanya memunculkan dampak positif, namun juag memunculkan dampak negative bgai masyarakat yang dikenainya. Dengan dampak negative yang dibawanya inilah yang dapat membuat suatu masyarakat menjadi lebih buruk.
Salah satu kasusnya adalah dugem  remaja. Dengan adanya arus globalisasi yang membawa kebudayaan barat datang ke Indonesia, membuat sebagian besar remaja Indonesia ikut terpengaruh. Salah satu kebudayaannya adalah dugem. Kebiasaan dugem ini dibawakan oleh bangsa barat yang mengakibatkan remaja Indonesia banyak yang ikut-ikutan dugem. Ironisnya, kebiasaan dugem inilah yang membuat moral remaja Indonesia menurun yang mengakibatkan masyarakat semakin buruk.

2.7              Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan
Untuk menganalisa secara ilmiah tentang gejala-gejala dan kejadian sosial budaya di masyarakat sebagai proses-proses yang sedang berjalan atau bergeser kita memerlukan beberapa konsep.konsep-konsep tersebut sangat perlu untuk menganalisa proses pergeseran masyarakat dan kebudayaan serta dalam sebuah penelitian antropologi dan sosiologi yang di sebut dinamika social ( social dynamic ). 

A.          Konsep-Konsep Penting Dalam Sosial Budaya masyarakat
Konsep-konsep penting tersebut antara lain internalisasi,sosialisasi,dan enkulturasi.Kemudian ada juga evolusi kebudayaan yang mengamati perkembangan kebudayaan manusia dari bentuk yang sederhana hingga bentuk yang semakin lama semakin komplek. Serta juga ada difusi yaitu penyebaran kebudayaan secara geografi ,terbawa oleh perpindahan bangsa-bangsa di muka bumi. Proses lain adalah proses unsur kebudayaan asing oleh warga masyarakat yaitu proses alkulturasi dan asimilasi.
Akhirnya ada proses pembaharuan atau inovasi yang berhubungan erat dengan penemuan baru yaitu:
1.      Proses Internalisi
Manusia mempunyai bakat tersendiri dalam gen nya untuk mengembang berbagai mavam perasaan, hasrat, nafsu, serta emosi kepribadian..maka proses internalisasi adalah proses panjang sejak seorang individu di lahirkan sampai ia hamper meninggal,dimana ia belajar menanamkan dalam kepribadian nya segala hasrat, perasaan, nafsu serta emosi yang di perlukan sepanjang hidup nya.
2.      Proses Sosial
Proses ini bersangkutan dengan proses kebudayaan dalam hubungan dengan sistem    sosial.
3.      Proses Enkulturasi
Dalam proses ini eorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran erta sikap dengan adat-istiadat, sistem norma, serta peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaanya.
4.      Akulturasi dan Pembaruan atau Asimilasi
Proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu di hadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing dengan demikian rupa, sehingga unsur kebudayaan asing tersebut lambat laun diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri tanpa berpikir lebih luas kedepan.
5.      Asimilasi
Proes sosial yang timbulbila ada golongan manusia dengan latar kebudayaan yang berbeda-beda.Kemudian saling bergaul secaraintensif untuk waktu yang lama, sehingga kebudayaan golongan tadi masing-masing berubah sifat yang khas, dan jugaunsur nya masing-masing berubah wujud nya menjadi unsur kebudayaan yang campuran.

6.      Pembaharuan atau inovasi
Inovasi dan penemuan.Inovasi adalah suatu proses pembaharuan dari penggunaan sumber alam, energi dan modal, pengaturan baru dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang semua akan menyebabkan adanya suatu sistem produksi, dan dibuat nya produk baru.
7.      Discovery
Discovery adalah suatu penemuan dari suatu unsur kebudayaan yang baru, baik berupa suatu alat baru,ide baru, yang diciptakan oleh individu atau suatu rangkaiandari beberapa individu dalam masyarakat yang bersangkutan. Discovery baru menjadi invention apabila masyarakat sudah mengakui, menerima dan menerapkan penemuan baru itu. Faktor-faktor penemuan baru bagi individu dalam suatu masyarakat untuk memulai dan mengembang penemuan baru adalah:
a.       Kesadaran para individu akan kekurangan dalam kebudayaan.
b.      Mutu dari keahlian dalam suatu kebudayaan.
c.       Sistem perangsang bagi aktivitas menciptakan dalam masyarakat.

BAB III
P E N U T U P

3.1           Kesimpulan
Jadi dapat disimpulkan bahwa Perubahan Sosial Budaya adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam masyarakat pada kurun waktu tertentu yang berupa perubahan cara hidup maupun pola-pola kehidupan masyarakar tersebut yang disebabkan baik karena perubahan – perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk dan ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru di dalam masyarakat.
Selain itu beberapa ahli mengemukakan adanya teori-teori perubahan sosial dan budaya, menurut salah satu ahli mengemukakan teorinya, teori ini beranggapan bahwa perubahan sosial tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh siapapun bahkan orang-orang ahli sekalipun. Dalam setiap masyarakat terdapat siklus yang harus diikutinya. Menurut teori ini kebangkitan dan kemunduran suatu peradaban tidak dapat dielakkan dan tidak selamanya perubahan sosial membawa kebaikan. teori ini mempunyai sudut pandang yang menarik dalam melihat perubahan sosial.
Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan social budaya yaitu faktor internal dan ekternal. Faktor internal yaitu mencakup : Bertambahnya jumlah penduduk, dengan semakin banyaknya jumlah penduduk akan meningkatkan kebutuhan hidup. Adanya penemuan baru, contohnya Penemuan telepon telah mengakibatkan dinamika sosial di dalam masyarakat. Faktor eksternal mencakup: Peperangan, contohnya Negara Irak setelah kalah perang melawan pimpinan koalisi AS. AS berusaha memaksakan penerapan system demokrasi menggantikan system Kediktatoran Rezim Sadam Hussein.
Ada beberapa dampak positif yang diakibatkan oleh dinamika social budaya, antara lain: Menjadikan masyarakat lebih tahu perkembangan jaman yang membuat masyarakat lebih maju, menjadikan masyarakat hidup makmur, menjadikan Sebuah Masyarakat yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menganalisa secara ilmiah tentang gejala-gejala dan kejadian sosial budaya di masyarakat sebagai proses-proses yang sedang berjalan atau bergeser kita memerlukan beberapa konsep.


DAFTAR PUSTAKA
Harper, CL. 1989. Exploring Social Change. New Jersey. Prentice Hall.
Kano, H. 1980. Sejarah Ekonomi Masyarakat Pedesaan Jawa; Suatu Penafsiran Kembali. Jakarta. Yayasan Obor Indonesia.
Kikuchi, Masao dan Yujiro Hayami. 1987. Dilema Ekonomi Desa; Suatu Pendekatan Ekonomi Terhadap Perubahan Kelembagaan di Asia. Jakarta. Yayasan Obor Indonesia.



2 komentar:

Kharisma mengatakan...

Assalamu'alaikum..
terima kasih infonya ini sangat membantu anak2 bimbel saya n salam kenal...

Miftia Yunanda Putri mengatakan...

Sama-sama mba ^_^ salam kenal juga . . .

Poskan Komentar

Share It

Template by:
Free Blog Templates